Ukhy Knowledge: Bahasa Indonesia
Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts

Sunday, 25 February 2018

EYD Ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan
01:010 Comments
Pada kali ini saya akan membahas tentang EYD yaitu Ejaan yang disempurnakan. sebagai bangsa Indonesia, pembaca sekalian harus tau dan paham yah bagaimana sejarah Bahasa Indonesia.

 EJAAN adalah keseluruhan pelambangan bunyi bahasa, penggabungan dan pemisahan kata, penempatan tanda baca dalam tataran satuan bahasa.Pengertian senada dengan KBBI (2005:205).
Ejaan adalah kaidahkaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi dalammbnetuk huruf serta penggunaan tanda baca dalam tataran wacana.

Berdasarkan konsepsi ejaan tersebut, cakupan bahasan ejaan membicarakan
(1) pemakian huruf vocal dan konsonan,
(2) penggunaan huruf capital dan kursif,
(3) penulisan kosakata dan bentukan kata,
(4) penulisan unsur serapan afiksasi dan kosakata asing, dan
(5) penempatan dan pemakaian tanda baca.

Ke-5 aspek ejaan tersebut ditata dalam kaidah ejaan yang disebut Ejaan yang Disempurnakan sejak 1972.

Perkembangan Ejaan di Indonesia

1. Ejaan van Ophuijsen

tahun 1901 yaitu ejaan bahasa Melayu

- van Ophuijsen
- Engku Nawawi Gelar Soetan Ma’moer 
- Muhammad Taib Soetam Ibrahim

a. j --> jang, pajah, sajang
b. oe --> goeroe, itoe, oemoer
c. diakritik --> (,),(‘),(") --> ma’moer, ‘akal, ta’, pa’, memulai”, dikendarai”

2. Ejaan Soewandi

19 Maret 1947 yaitu Ejaan Republik

a. oe – u --> guru, itu, umur
b. (‘) – k --> tak, pak, maklum, rakjat
c. kata ulang – 2 --> anak2, berjalan2, ke-barat2-an
d. awalan di --> dirumah, dikebun = ditulis, dikarang

3. Ejaan Melindo 

tahun 1959 yaitu sidang perutusan Indonesia dan Melayu
(Slametmulyana-Syeh Nasir bin Ismail)

urung diresmikan – perkembangan politik

4.Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan
16 Agustus 1972 --> Presiden RI
Putusan Presiden No. 57 tahun 1972

Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan
surat Putusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0543a/U/1987, 9 September 1987

Perubahan Ejaan Bahasa Indonesia

                                            Ejaan Soewandi            Ejaan Yang Disempurnakan



                                            Ejaan Soewandi            Ejaan Yang Disempurnakan


 Demikianlah pembahasan tentang EYD yaitu Ejaan yang disempurnakan. disini saya juga mau share modul tentang EYD. silahkan klik disini untuk download.

sekian dan terima kasih :) jangan lupa share jika bermanfaat


Reading Time:

Wednesday, 20 May 2015

Review Film Tanda Tanya (?) masih pentingkah kita berbeda?
04:300 Comments

Tanda Tanya (?) adalah sebuah film Indonesia yang secara umum menceritakan tentang struktur masyarakat majemuk yang ada di Indonesia secara horizontal maupun vertikal. Secara khusus film ini  mengangkat tema keberagamaan etnis dan agama di Indonesia yang memilki potensi konflik atau rawan menimbulkan konflik. Film ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo yang dirilis sekitar bulan april 2011. Film ini berlatarkan tiga kelompok masyarakat yang tinggal didalam satu daerah yaitu keluarga etnis Tiongkok, Keluarga Muslim, dan Orang Katholik.
Ada beberapa bintang utama dalam film ini yaitu Revalina S. Temat sebagai Menuk bersama Reza Rahadian sebagai Soleh. Yang berperan sebagai suami dan istri yang menceritakan  kehidupan keluarga muslim yang taat beragama. Menuk yang bekerja di sebuah restoran untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan Soleh yang belum mendapatkan pekerjaan. Kemudian Hengky Sulaiman sebagai Tan Kat Sun, Rio Dewanto sebagai anak dari Tan Kat Sun yaitu Hendra. Keluarga Tan Kat Sun berasal dari keturunan Tiongkok yang beragama Kong Hu Chu yang berperan sebagai pemilik restoran Tiongkok dengan menu babi dan non-babinya yang toleran dan sangat memperhatikan masalah halal-haram bahkan memisahkan alat memasaknya.
Kemudian, sahabat Menuk, Rika yang diperankan oleh Endhita. Rika berperan sebagai seorang istri yang cerai dengan suaminya. Selain itu, dia juga telah mengambil suatu keputusan yang sangat berat dalam hidupnya yaitu pilihannya untuk pindah Agama katholik. Belum lagi anaknya Abi yang diperankan oleh M Ibrahim yang belum bisa menerima atas keputusan yang diambil oleh ibunya. Disamping ada seorang sosok lelaki yang datang dalam kehidupannya yaitu Surya yang diperankan oleh Agus Kuncoro. Surya adalah seorang lelaki yang memiliki masalah dalam ekonomi, meskipun dia adalah seorang selebriti yang kurang terkenal yang sering memiliki peran sebagai preman ataupun figuran, tapi dia selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik. Hingga suatu saat sesuai saran dari Rika akhirnya dia menerima peran sebagai Yesus meski ia memeluk agama Islam.
Selain itu ada juga  Glenn Fredly sebagai Donny, seorang Katholik yang konservatif dan berusaha mendekati Rika. Sementara itu Deddy Soetomo memerankan Romo Djiwo dan David Chalik memerankan Ustadz Wahyu yang selalu menjadi penengah dan penetralisir keadaan.
Masyarakat majemuk ( plural societies ), yaitu suatu masyarakat yang terdiri atas dua atau lebih elemen yang hidup sendiri-sendiri tanpa ada pembaruan satu sama lain yang ditandai oleh adanya kesatuan sosial berdasarkan atas perbedaan suku bangsa, agama, adat-istiadat, serta kedaerahan (Nasikun, 1998:29). Seperti yang dilatarkan film ini ada tiga kesatuan sosial yang tinggal dalam satu lingkungan sosial yang sama. Yaitu, keluarga etnis Tiongkok, Keluarga Muslim, dan Orang Katholik yang hidup bersama dalam suatu lingkungan sosial di sebuah pasar yang bernama Soleh.
Film ini juga mencerminkan betapa masyarakat majemuk memiliki potensi konflik yang sangat kuat. Seperti “konflik sosial, yaitu konflik yang disebabkan oleh adanya perbedaan kepentingan sosial dari pihak yang berkonflik” (Ranjabar, 2013:204). Seperti Bentrok yang sering terjadi antar suku maupun agama, yang dimulai dari hal yang sepeleh hingga berujung perkelahian bahkan kematian. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Ranjabar (2013:204) tentang masyarakat majemuk sangat rawan dengan konflik yaitu sebagai berikut:
“Dalam masyarakat Indonesia yang majemuk, terjadinya konflik dalam hubungan atau interaksiadalah mungkin, karena segmentasi dalam bentuk terjadinya kesatuan-kesatuan sosial yang terkait ke dalam ikatan-ikatan primordial dengan subkebudayaan yang berbeda satu sama lain sehingga mudah sekali menimbulkan konflik antara kesatuan-kesatuan sosial tersebut.”
            Dalam mengatasi konflik yang terjadi karena kemajemukan masyarakat, film ini mengungkapkan bahwa kemampuan semua pihak yang berkonflik untuk saling menyesuaikan diri dengan kepentingan dan nilai pihak lain (Ranjabar, 2013:204). Hal ini dibuktikan toleransi dan kasih sayang satu sama lain antar umat bergama maupun kelompok yang pada akhirnya mempersatukan segalanya.
            Selain mecerminkan konflik yang disebabkan struktur masyarakat majemuk, film ini juga tetap menjaga keseimbangandengan meperlihatkan  betapa indahnya perdamaian dalam suatu keberagaman masyarakat. seperti Keluarga Tan Kat Sun yang pada akhirnya menjadi lebih rukun. Soleh sudah mendapatakan sebuah pekerjaan yang ia cita-citakan. Dan surya yang juga telah mendapatkan pekerjaan yang lebih memadai walapun menjadi seorang aktor dengan peran sebagai Yesus meski ia beragama Islam. Hal ini juga menandakan bahwa film ini juga memperlihatkan betapa indahnya perdamaian dalam suatu keberagaman masyarakat.
Setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan. Sebagai makhluk sosial kita seharusnya untuk saling melengkapi satu sama lain. Dalam satu keberagaman bukan konflik yang diharapkan melainkan bagaimana antara satu sama lain saling melengkapi kekurangan-kekuragan itu dengan kelebihan yang dimiliki. Seperti yang di angkat dalam film ini bahwa antara satu sama lain harus saling melindungi. Antara satu sama lain juga saling mengetahui kelemahan masing-masing maka dari itu harus saling menutupi. Dan juga saling memperindah dan saling memperkuat gaya tarik satu sama lain.
Film ini juga menjelaskan bahwa manusia tidak hidup sendirian di dunia ini. Namun manusia dalam kehidupannya harus berjalan sendiri. Manusia terkadang dipandang sebagai makhluk individual dan terkadang juga dipandang sebagai makhluk sosial. Walgito (2013:25) mengatakan bahwa “manusia sebagai makhluk individual, yang mempunyai hubungan dengan dirinya sendiri, adanya dorongan untuk mengabdi pada dirinya sendiri. Manusia sebagai makhluk sosial, adanya dorongan pada manusia untuk mengabdi pada masyarakat dan sekitarnya”.
Dan yang terakhir film ini juga menyimpulkan bahwa dalam kehidupan ini harus ada toleransi terhadap satu sama lain. Dalam keberagaman masyarakat harus ada rasa saling merhomati satu sama lain. Terkadang manusia di pandang sebagai makhluk individual dan juga kadang dipandang sebagai makhluk sosial. Disamping manusia menjalankan kepentingan diri sendirinya, manusia juga dituntut untuk saling bertoleransi dengan manusia lainnya dan sekitarnya. Antar manusia satu dan yang lainnya ada hubungan timbal balik yang saling menguntungkan. Seperti yang ada di film ini, yang menceritakan bagaimana dampak manusia didalam suatu struktur masyarakat majemuk tidak bertoleransi dengan manusia lainnya dan apa manfaat apabila manusia bertoleransi antara satu sama lain. Dengan menimbulkan rasa kesatuan dalam suatu keberagaman telah membuktikan sebuah kehidupan yang indah, sesuai dengan semboyan negara Indonesia Bhineka Tunggal Ika.
Dalam menjalani alur kehidupan ini masing-masing tiap manusia menjalaninya sendiri. Berjalan, berlari, dan sesekali berhenti.  Namun dalam menjalani alur ini kita dituntut untuk memikirkan manusia disekitar kita, karena semua alur itu menuju kearah yang sama, mencari hal yang sama, dengan satu tujuan yang sama.Hingga semakin dekat ke tujuan, manusia semakin menyadari bahwa di sepanjang jalan  yang sudah dilewati ia tak kan pernah benar-benar sendiri. Manusia selalu bersama apa yang ia cari, bersama tujuannya.



DAFTAR PUSTAKA

Nasikun. 1984. Sistem Sosial Indonesia. Jakarta: PT Grafiti Pers
Ranjabar, Jancobus. 2013. Sistem Sosial Budaya Indonesia. Bandung : Penerbit Alfabeta

Walgito, Bimo. 2003. Psikologi Sosial (Suatu Pengantar). Yogyakarta: Penerbit ANDI OFFSET
Reading Time:

Monday, 23 February 2015

Perbedaan Homonim, Homonom, dan homograf beserta Contohnya
23:370 Comments

              Homonim berasal dari kata homo berarti sama dan nym berarti nama. Berarti homonim adalah kata yang penamaan dan pengucapannya sama tetapi artinya berbeda.


Contoh:Saya bisa membeli Buku. (bisa berarti dapat dan bermakna denotasi)Fandi  terkena bisa ular yang mematikan. (bisa artinya racun makna denotasi)


             Homofon terdiri atas kata homo yang berarti sama dan foni (phone) berarti bunyi atau suara. Berarti homofon adalah kata yang diucapkan sama tetapi berbeda dari segi maksud dan juga tulisan.Perkataan-perkataan yang homofon mungkin dieja dengan serupa atau berbeda,


contoh :Massa telah berkumpul di depan Istana Negara. (massa/masyarakat)Hidupnya senang sepanjang masa. ( masa/waktu)


             Homograf terdiri atas kata homo berarti sama dan graf (graph) berarti tulisan. Jadi homograf adalah kata yg sama ejaannya dengan kata lain, tetapi berbeda lafal dan maknanya.


Contoh homograf antara lain adalah :Buah apel ini enak sekali. (apel maksudnya buah)Anak-anak telah apel di lapangan tadi pagi. (apel maksudnya kumpul)


Reading Time:
Arti Kalimat Konotasi dan Denotasi beserta Contohnya
23:30 6 Comments
Kalimat konotasi adalah kalimat yang mengandung makna yang bukan sebenarnya pada kata atau kelompok kata. Bmakna konotasi juga biasanya disebut dengan istilah makna kias. Dan makna yang diberikan oleh suatu kata atau kelompok kata sebagai perbandingan agar apa yang dimaksudkan menjadi lebih jelas dan menarik. Sedangkan Kalimat Denotasi adalah kalimat yang mengandung makna sebenarnya pada suatu kata atau kelompok kata tersebut.yang mana suatu kata atau kelompok kata itu terdapat dalam kamus (KBBI).
Contoh-contoh Kalimat Konotasi
  1. Alsyah merupakan anak emas dalam keluarganya (anak emas: anak yang paling disayang)
  2. Karena besar kepala, Moyes dijauhi teman-temannya (besar kepala:sombong)
  3. Meskipun Fandi belum berhasil, Fandi tidak gigit jari (gigit jari: kecewa)
  4. Kamu itu jangan seperti air di atas daun talas (tidak tepat pendirian)
  5. Setiap permasalahan sebaiknya diselesaikan dengan hati dingin (hati dingin: sabar)

  6. Saya sangat mengenal Adhin, dia ringan tangan dan baik (ringan tangan: rajin/suka menolong)
  7. Para tikus kantor seharusnya tidak dihukum terlalu ringan (tikus kantor: koruptor)

Contoh-contoh Kalimat Denotasi

  1. Adik Kecilku sangat suka menggigit jari
  2. Alsyah memiliki seekor sapi perah
  3. Ibu Andi kepasar beli daging sapi
  4. Tangan Adhin terkena api,ketika bermain api
  5. Adik duduk di kursi empuk yang terbuat dari busa
  6. Halim menanam bunga dihalaman depan rumahnya
  7. kabarnya harga BBM akan naik bulan ini
Reading Time:

Monday, 16 February 2015

Macam-macam Laras Dan Contohnya
21:541 Comments
Andi Andreansyah
35.2014.51.00781

1.      Laras Akademik
Laras Akademik, adalah laras yang terletak dalam ruang lingkup pendidikan seperti sains, teknologi, komunikasi, matematik dan lain sebagainya. Yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut.            
·         Digunakan dalam bidang ilmiah
·         Bersifat formal dan objektik
·         Mementingkan kesempurnaan.
Contoh:
Hubungan Antara Agama Dengan ilmu pengetahuan dan teknologi
Bagaimana hubungan agama dan iptek? Secara garis besar, berdasarkan tinjauan ideologi yang mendasari hubungan keduanya, terdapat 3 (tiga) jenis paradigma (Yahya Farghal, 1990: 99-119):

Pertama, paradagima sekuler, yaitu paradigma yang memandang agama dan iptek adalah terpisah satu sama lain. Sebab, dalam ideologi sekularisme Barat, agama telah dipisahkan dari kehidupan (fashl al-din ‘an al-hayah). Agama tidak dinafikan eksistensinya, tapi hanya dibatasi perannya dalam hubungan pribadi manusia dengan tuhannya. Agama tidak mengatur kehidupan umum/publik. Paradigma ini memandang agama dan iptek tidak bisa mencampuri dan mengintervensi yang lainnya. Agama dan iptek sama sekali terpisah baik secara ontologis (berkaitan dengan pengertian atau hakikat sesuatu hal), epistemologis (berkaitan dengan cara memperoleh pengetahuan), dan aksiologis (berkaitan dengan cara menerapkan pengetahuan).

Kedua, paradigma sosialis, yaitu paradigma dari ideologi sosialisme yang menafikan eksistensi agama sama sekali. Agama itu tidak ada, dus, tidak ada hubungan dan kaitan apa pun dengan iptek. Iptek bisa berjalan secara independen dan lepas secara total dari agama. Paradigma ini mirip dengan paradigma sekuler di atas, tapi lebih ekstrem. Dalam paradigma sekuler, agama berfungsi secara sekularistik, yaitu tidak dinafikan keberadaannya, tapi hanya dibatasi perannya dalam hubungan vertikal manusia-tuhan. Sedang dalam paradigma sosialis, agama dipandang secara ateistik, yaitu dianggap tidak ada (in-exist) dan dibuang sama sekali dari kehidupan

Ketiga, paradigma Islam, yaitu paradigma yang memandang bahwa agama adalah dasar dan pengatur kehidupan.Aqidah Islam menjadi basis dari segala ilmu pengetahuan. Aqidah Islam –yang terwujud dalam apa-apa yang ada dalam al-Qur`an dan al-Hadits-- menjadi qa’idah fikriyah (landasan pemikiran), yaitu suatu asas yang di atasnya dibangun seluruh bangunan pemikiran dan ilmu pengetahuan manusia (An-Nabhani, 2001).

2.      Laras Iklan
Laras Iklan, adalah bahasa yang digunakan untuk membuat iklan, yang dapat menarik perhatian pembaca untuk membeli atau memakai barang atau jasa yang ditawarkan.yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
·         Menarik
·         Informatif
·         Persuatif
·         Bahasa yang positif
·         Mudah dipahami
·         Kalimat aktif
Contoh:
Lowongan Kerja Teknik sipil
Sebuah perusahaan Kontraktor membutuhkan tenaga ahli yang bersedia bekerja di bangka untuk posisi:
1.      Proyek manager pelaksana
2.      Construction Management
Dengan kualifikasi:
·         Pria, sarjana Teknik Sipil
·         Pengalaman Kerja  4-5 tahun dibidang proyek manager/Construction Management.
·         Khusus pembangunan dermaga, shiping dock
·         Menguasai komputer (Autocad, excel, word)
·         Bersedia diletakan di lokasi Bangka
Persyaratan Lain:
·         Jujur, ulet, tekun, disiplin, dan inisiatif.
·         Memiliki kemampuan memimpin dan mengelola proyek
·         Menguasai progaram analisa struktur
·         Dapat berkomunikasi dengan baik, bekerja dalam tim, dan menguasai arahan.

Surat lamaran dikirimkan selambat-lambatnya dua hari setelah pnerbitan iklan ini ke alamat atau email:
·         HRD Recrutmen LPTTI
·         Wisma subud, cilandak barat, jakarta selatan 12430
·         info@Lptii.com

3.      Laras Hukum
Laras Hukum, adalah laras yang yang corak penggunaan bahasanya dengan dunia hukum. Yang mempunyai ciri-ciri yaitu, mempunyai bahasa yang tersendiri, Objektif dan menekan prasangka pribadi, dan tidak beremosi dan menjauhi tafsiran bersensasi.
Contoh:
Sanksi pelanggaran pasal 44:
Undang undang 6 tahun 1982 tentang Hak cipta
”Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual pada suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran hasil hak cipta sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp.50.000.000,00 (Lima pulu juta rupiah).
4.      Laras Sastra
laras sastra merupakan tulisan yang menggambarkan sesuatu hal yang telah dialami, diamati, diamati, didengar, maupun yang hanya didalam imajinasi. Yang memiliki ciri sebagai berikut.
·         Menghibur
·         Mudah dipahami
·         Memiliki makna tersendiri
·         Menarik
Contoh:
Lagu: Hymne Guru
Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuiukir didalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku
Tuk pengabdianku

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa

Tanpa tanda jasa.
Reading Time: